もう大人なのさ
Rabu, 25 Februari 2026
Minggu, 15 Februari 2026
Belajar Tidak Mudah Tersinggung: Tentang Berdamai dengan Diri Sendiri
Manusia yang tahan mental.
Tidak gampang tersinggung.
Tidak gampang marah.
Enak ya kalau bisa jadi manusia seperti itu.
Belakangan ini aku menyadari sesuatu.
Tersinggung itu sering kali tanda bahwa kita belum berdamai dengan diri sendiri.
Belum sepenuhnya menerima apa yang ada di dalam diri kita.
Belum yakin dengan nilai diri kita.
Karena itu, ketika ada omongan orang yang “menyentil” bagian yang diam-diam belum kita terima, kita langsung bereaksi.
Padahal yang tersentuh bukan omongan orangnya.
Yang tersentuh adalah luka yang belum sembuh.
Ketika Validasi Masih Datang dari Luar
Misalnya ada yang berkata:
“Eh, kamu gendutan ya?”
“Kok kurusan banget sekarang?”
Kalau kita belum menerima kondisi fisik kita, kita akan merasa diserang.
Marah.
Tersinggung.
Merasa dihakimi.
Tapi kalau kita sudah menerima diri kita apa adanya?
Jawabannya bisa jadi santai saja:
“Iya nih, hehehe. Doakan sehat yaa.”
Bukan karena kita tidak peduli.
Tapi karena kita sudah tahu posisi kita.
Kalau memang merasa perlu memperbaiki pola makan atau olahraga, ya tinggal diperbaiki.
Tanpa drama batin.
Tanpa perang dalam kepala.
Penerimaan Diri Itu Kunci
Ketika kita sudah berdamai dengan diri sendiri, kita bisa melihat sesuatu dengan lebih objektif.
Kita bisa membedakan:
-
Mana yang memang masukan untuk diri kita.
-
Mana yang sebenarnya hanya proyeksi atau masalah orang lain.
Kita tidak lagi sibuk mencari validasi dari luar.
Karena kita sudah memvalidasi diri sendiri.
Dan itu… melegakan sekali.
Tapi Realitanya Tidak Semudah Itu
Teorinya indah.
Prakteknya?
Jungkir balik.
Salto.
Guling-guling.
Kadang sudah merasa kuat, besoknya tersinggung lagi.
Kadang sudah merasa yakin, eh goyah lagi.
Dan itu manusiawi.
Berdamai dengan diri sendiri bukan tombol on–off.
Ia adalah proses.
Latihan.
Latihan.
Dan latihan lagi.
Satu Hal yang Sangat Membantu: Perkuat Tauhid
Aku pribadi belajar satu hal penting:
Perkuat tauhid.
Perkuat hubungan dengan Allah.
Ketika hati kita terpaut kepada Allah, standar nilai diri kita berubah.
Kita tidak lagi bertanya:
“Orang lain melihat aku bagaimana?”
Tapi berubah menjadi:
“Allah melihat aku bagaimana?”
Saat semua terpaut kepada Allah:
- Kita lebih mudah menerima takdir tubuh kita.
- Lebih mudah menerima kekurangan kita.
- Lebih tenang saat dikomentari orang.
- Lebih ringan saat gagal.
Karena identitas kita tidak lagi ditentukan oleh manusia
Don't Be Too Hard on Yourself
Kalau hari ini kamu masih mudah tersinggung,
masih mudah marah,
masih merasa goyah oleh komentar orang…
It’s okay.
Mungkin itu tanda ada bagian diri yang masih butuh dipeluk.
Bukan dimarahi.
Tidak apa-apa belum sempurna.
Tidak apa-apa belum kuat.
Pelan-pelan saja.
Don’t be too hard on yourself.
It’s okay not to be okay.
Yang penting, terus belajar.
Terus kembali kepada Allah.
Terus memperbaiki diri dengan lembut.
Karena menjadi kuat secara mental bukan tentang tidak pernah tersinggung.
Tapi tentang semakin cepat kita kembali tenang.
Dan itu… adalah perjalanan seumur hidup
Kamis, 29 Januari 2026
Bagaimana Cara Bersabar?
1. Menjaga Energi Sebelum Badai Datang
Jujur saja—menerima sesuatu yang tidak mengenakkan dengan tenang itu butuh energi.
Bukan cuma niat baik atau kata “sabar”, tapi energi yang benar-benar cukup untuk menahan, mengolah, dan merespons dengan sehat.
Itu sebabnya, marah, sedih, atau kecewa yang berlebihan sering muncul bukan karena masalahnya terlalu besar, tapi karena kita sedang lelah.
Lelah secara apa?
Biasanya kombinasi dari tiga hal: fisik, mental, dan spiritual.
Dari ketiganya, energi spiritual sebenarnya memegang peran paling besar.
Namun, ada satu hal penting yang sering kita lupakan: energi ini tidak bisa langsung dinaikkan saat masalah sudah terjadi.
Kita tidak bisa berharap tetap tenang di tengah badai, kalau sebelumnya kita tidak pernah mengisi “bekal” ketenangan itu.
Karena itu, energi spiritual perlu dibangun sebelum hal tidak menyenangkan datang.
Cara setiap orang bisa berbeda, tapi umumnya bisa melalui:
-
Sholat yang lebih khusyuk
-
Membaca Al-Qur’an dan memahami artinya
-
Dzikir dan istighfar
-
Ibadah apa pun yang paling membuat hati terasa dekat dan tenang
Dan jangan remehkan doa.
Doa bisa jadi senjata yang sangat ampuh. Kita bisa berdoa kapan saja, dengan bahasa apa saja, meminta apa saja—bahkan hal-hal yang terasa kecil.
Jadikan semua ini kebiasaan, bukan hanya pelarian saat sedang terpuruk.
Dengan begitu, kita selalu dalam kondisi siaga ketika badai datang.
Spiritual kuat tapi fisik tumbang—hasilnya tetap berat.
Menjaga energi fisik terdengar klise, tapi efeknya nyata:
-
Makan cukup dan seimbang (sayur dan protein, bukan asal karbohidrat)
-
Tidur yang cukup (dan ya… siapa yang masih main HP sebelum tidur? Yak, saya juga 🙋♀️)
-
Minum air yang cukup
-
Bergerak dan berolahraga
Olahraga memang terasa menantang, apalagi bagi yang hidupnya “sibuk”.
Tapi tidak harus berat. Mulai dari:
-
Stretching ringan sebelum tidur
-
Squats 10 kali di pagi hari
-
Gerakan kecil tapi konsisten
Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.
Energi mental sering terkuras tanpa kita sadari.
Pelakunya siapa?
Yak, benar: HP kita sendiri.
Scrolling media sosial, menonton short video tanpa henti, atau membaca konten acak—semuanya memenuhi otak dengan informasi yang sebenarnya tidak kita perlukan.
Ketika otak sudah penuh dan lelah, kita jadi:
-
Lebih reaktif
-
Lebih sulit berpikir jernih
-
Lebih mudah meledak saat ada masalah
Menjaga energi mental bisa dimulai dari hal sederhana:
-
Mengurangi scrolling yang tidak sadar
-
Memberi jeda dari informasi yang tidak perlu
-
Memilih dengan sadar apa yang kita konsumsi
Ketika energi spiritual terisi, fisik terjaga, dan mental tidak kelelahan, kita tidak otomatis kebal terhadap masalah.
Tapi kita jadi lebih siap.
Lebih mudah menerima hal-hal yang tidak menyenangkan.
Lebih mampu merespons dengan tenang.
Lebih sedikit energi yang terkuras untuk hal yang sama.
Bukan karena kita menjadi manusia super,
tapi karena kita menjaga diri sebelum badai datang.
2. Terima hal yang tidak mengenakkan itu
3. Seringkali, tidak memikirkan masalah adalah solusi
4. Bila sabar itu berkaitan dengan orang lain, sebutkan hal-hal yang baik tentang dia
5. Senjata utama : doa
Selasa, 14 Januari 2025
ラスボス
ラスボスと戦うには、勇気がいる。
勇気を振り絞って、ラスボスに向かっている自分。
ラスボスと戦うとなると、疲れは付きもの。
24時間365日、面と向かっているのだから。
戦うとなると、体がガチガチ緊張してしまう。
だったら、戦わなくてもいいかもしれない。
ラスボスは、敵じゃないのかもしれない。
うまく付き合えば、親友になれるのかもしれない。
自分を成長できる親友かもしれない。
親友になりたいのなら、
ラスボスにプレゼントをあげよう。
信仰と優しさをプレゼントとして会いに行こう。
親友になりたいから、
ラスボスとたくさんお話ししよう。
ラスボスの言いたいことをたくさん聞いて、褒めて、優しくしよう。
ラスボスは自分だった。
自分の弱み、自分の欠点、過去の過ち、理想と現実のギャップ。
アッラーへ、
どうかラスボスと友達になれますように。
ラスボスと一緒に笑ったりして過ごせますように。
Minggu, 05 November 2023
Melakukan yang Termudah
Kemudahan yang didapatkan saat ini, entah itu badan yang sehat, keluarga dan teman-teman yang baik, finansial yang cukup, salah satunya mungkin dari amal ibadah yang kita lakukan.
Juga, ketika ada masalah, solusi utamanya adalah lebih mendekatkan diri ke Allah, dengan ibadah-ibadah.
Tentu saja ibadah wajib seperti sholat wajib, puasa ramadhan, dan zakat perlu kita lakukan.
Namun, bila kita ingin 'lebih', ada banyak sekali ibadah shunnah yang bisa kita jalankan.
Beberapa di antaranya adalah sholat tahajud, puasa shunah, sholat dhuha, tilawah, infaq, dan dzikir.
Sebagai manusia, rasanya kadang kala maruk, ingin melakukan semua, tapi tak bisa dilakukan semua. Maka, Allah yang tahu tabiat manusia yang lemah, berpesan untuk melakukan 'amalan unggulan', amalan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Ini bisa berbeda-beda setiap individu. Kalau bisa melakukan semua, alhamdulillah, tapi kalau tidak bisa ya jangan berkecil hati. Temukan satu amalan yang dirasa paling mudah, konsisten menjalankannya, sambil berdoa agar dimudahkan untuk melakukan amalan lainnya.
Bagi saya, saya masih merasa kesulitan bangun malam untuk tahajud (masih belum konsisten), puasa juga merasa masih kurang semangat (astaghfirullah), sholat dhuha lumayan 'mudah' untuk dilakukan bagi saya untuk disempatkan. Tilawah agak 'dipaksakan' untuk minimal 1/2 juz per hari (walau kadangkala ada bolongnya juga). Dzikir kadang ingat kadang lupa. Namun, untuk infaq ini saya rasa mudah. Berapa pun nominalnya, alhamdulillah terasa mudah dilakukan. Bisa ditampung di celengen rumah dulu, untuk nanti disalurkan dengan nominal tertentu. Intinya, jangan berkecil hati ketika tidak bisa melaksanakan 'semua' target ibadah. Fokus ke amalan unggulan kita yang dirasa mudah, bersyukur sudah bisa melakukannya, dan berdoa agar lebih baik lagi.
Eh, ternyata untuk ibadah pun kita butuh bantuan Allah ya? Kirain sholat ya udah sholat aja.
Kita memang tidak ada apa-apanya, manusia lemah yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan Allah.
Namun, ketika kita meminta kepada Allah, Allah akan wuusss berlari mendekat ke hamba-Nya yang membutuhkan bantuan.
I love you Allah.
Minggu, 15 Oktober 2023
疲れすぎて何もできなくなった時
ある事が起こりました。
すごく嫌でした。
改善点はわかるし、前向きにいこうとは思っても、
あれ?
疲れすぎてできない。
そんな時もあるよね。
自分って思っているよりも本当は弱い生き物。
例えば他人に何か言われて傷ついた時、
初めはなんとも思ってない、
あの人はああいう性格だから反射的にあの言葉が出たんだな、とかわかるけど、
時間が経つにつれ、
あれ、悲しいぞ?
ネガティブなことと向き合うのは案外エネルギーがいるもんだ。
嫌なことは少しずつエネルギーを消耗する。
何回も嫌な事をされたらエネルギーはだんだん無くなっていく。
エネルギーがない時、それが疲れた時。
その時は、
どんなに脳が心を説得しようとしてもダメだよね。
そんな時は、
無理しなくてもいい。
時間かけて、
いっぱい感情を吐き出して、
自分を慰めて、
時には一人になって自分の好きなことをして、
少しずつ立ちあがろう。
疲れた時って、理想論なんて一旦忘れるのだ。
優しさをいっぱい受け止めよう。
Jumat, 08 September 2023
Berbagai Macam Part Time yang Bisa dilakukan di Jepang
Di Jepang, ada banyak part time yang ditawarkan. Terutama untuk mahasiswa, part time ini sangat digandrungi untuk menambah pemasukan selain beasiswa. Part time sangat berpengaruh dengan keahlian bahasa Jepang yang dimiliki. Untuk bahasa Jepang yang standar, mungkin kita bisa bekerja dengan rate ¥1,000/jam (standar) seperti pelayan restoran. Namun, semakin kita mahir bahasa Jepang, semakin banyak pilihan part time yang bisa dilakukan. Dan, biasanya juga semakin besar pemasukannya (karena hitungannya professional). Berikut adalah beberapa part time yang pernah saya jalani.
(Sebagai gambaran, saya punya sertifikat JLPT N1 yang diambil pada tahun 2013, dan BJT J1 yang diambil tahun 2015)
1. Guru bahasa Indonesia (fee : ¥2,300/80 menit)
Saya pernah beberapa tahun bekerja sebagai guru bahasa Indonesia. Mengajar bahasa Indonesia dengan bahasa Jepang di sebuah lembaga bahasa. Untuk rate, sebenarnya tidak terlalu besar. Fee ¥2,300 untuk 80 menit, namun saya harus persiapan mengajar, dan waktu perjalanan ke tempat mengajar yang lumayan. Namun saya banyak belajar di sini, karena ada training untuk mengajar di awal. Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengalaman di sini.
2. Translator/Interpreter (fee : variasi)
Untuk ini, saya mendapatkan rate yang beraneka ragam. Ada yang ¥3,000/jam, ketika translate rombongan teknisi peruri yang melakukan training ke perusahan percetakan (katanya rate ini hasil nego teman saya). 1 hari sekitar 6 jam, dan saya waktu itu bertugas selama 3 hari. Jadi total ¥54,000 bisa didapatkan dengan 3 hari alhamdulillah. Tapi ada juga yang ¥15,000 untuk 2 hari wkwk. Yang ¥15,000 ini agak kebangetan sih (¥1,000/jam jatuhnya), saya memang tidak menanyakan feenya juga di awal karena yang meminta teman saya. Tapi saya tidak menyesal, karena hitung-hitung buat saya latihan translate (belajar tapi dibayar), dan saya senang juga mengunjungi pabrik shoyu, miso, dan natto. Waktu itu translate untuk orang-orang UKM tempe.
Nah, sekarang saya teregistrasi di sebuah agen, yang biasanya jobnya dari stasiun TV. Biasanya fee nya ¥4,000/jam untuk translate atau research berita. Kalau kita ke stasiun TVnya, tetap ¥4,000/jam selama di stasiun TV walaupun kita tidak full bekerja (kadang sudah selesai atau disuruh menunggu untuk pengecekan). Kalau kita selesai tengah malam, akan dianterin gratis pake taksi. Pernah saya sekali pulang tengah malam, jadinya gak enak banget jam tidurnya keganggu wkwk. Dan permintaan dari stasiun TV selalu dadakan. Saya pernah ditelepon tengah malam jam 1 (tapi gak saya angkat), kemudian ditelpon lagi jam 6 pagi (saya angkat), untuk masuk stasiun TV jam 9 pagi wkwk. Bisa juga work form home, ini lumayan enak.
Ada satu lagi, translate video dan disuruh bikin subtitle (dikasih keterangan menit ke berapa setiap kalimat), diberi fee ¥4,000/halaman. Saya pernah diminta translate video, ditanya,
"Kami ada video sekitar 2 jam, deadlinenya lumayan mepet besok jam 17. Bisa translate berapa menit?"
Setelah saya lihat videonya, saya jawab," Saya coba 23 menit Pak."
Dan ketika saya translate, ternyata butuh 8 JAM wkwk. Dapat 9 halaman, lumayan ¥36,000. Tapi habis itu kepala panassss.
Kerjaan ini gak setiap saat ada, jadi anggaplah pemasukan bonus. Part time yang fee-nya lumayan dalam jangka waktu pendek.
3. Memperkenalkan kebudayaan negara asal ke murid sekolah Jepang (fee : ¥8,500/50 menit)
Ini part time terbaik yang pernah saya lakukan. Programnya ada di sini : https://www.kokusai-rikai.org/
Untuk menjadi staff pengajar, syaratnya adalah mahasiswa di sebuah institusi sekitar Tokyo, dan mengikuti seleksi. Seleksinya berupa seleksi dokumen dan seleksi wawancara. Setelah lolos, akan ada training juga. Semuanya dilakukan dalam bahasa Jepang.
Dalam sebulan, kita akan diberi jadwal satu hingga tiga sekolah (sesuai jadwal available yang kita submit). Untuk satu hari, kita bisa mengajar satu hingga tiga sesi. Biasanya, kalau hanya satu sesi ada uang tambahan ¥2,500 sehingga total ¥11,000 hanya 50 menit mengajar (dipotong pajak). Ada juga hari mengajar tiga sesi, sehingga dalam sehari bisa dapat ¥25,500. Uang transport pun akan dikasih lagi.
Sangat banyak pengalaman yang saya didapatkan dari mengajar ini, baik ketika interaksi dengan murid dan dengan sesama mahasiswa pengajar dari negara lain. Insya Allah akan saya bahas di kesempatan lain.
Begitulah, beberapa part time yang pernah saya jalani. Karena status masih pelajar, jadi saya belum berani mengambil part time yang berkomitmen dalam jangka waktu panjang. Jadi part time di sini sebagai 'bonus' tambahan aktivitas lain dan ada sedikit penggembira (baca: cuan). Alhamdulillah dengan kemampuan bahasa yang dimiliki, bisa mendapatkan fee yang lumayan tanpa bekerja berjam-jam. Jadi, insya Allah belajar bahasa tidak ada ruginya.
Namun yang terpenting, mari kita niatkan semua aktivitas untuk mendapatkan ridha Allah. Insya Allah berkah dunia akhirat.