Kamis, 29 Januari 2026

Bagaimana Cara Bersabar?

Ketika terjadi suatu hal yang tidak mengenakkan, pasti rasanya tidak nyaman. 
Kata orang, "Sabar, ya.."
Tapi gimana sih cara bersabar?
Kayaknya semakin dewasa, semakin kompleks permasalahan deh. Udah banyak, rumit lagi.
Sabar jadi tidak semudah dulu waktu muda, ketika masalah hanya sedikit dan simpel.
Itulah tandanya kita mau naik level nih.

Aku ingin coba sharing, bagaimana supaya kita bisa berlatih bersabar..

1. Menjaga Energi Sebelum Badai Datang

Jujur saja—menerima sesuatu yang tidak mengenakkan dengan tenang itu butuh energi.
Bukan cuma niat baik atau kata “sabar”, tapi energi yang benar-benar cukup untuk menahan, mengolah, dan merespons dengan sehat.

Itu sebabnya, marah, sedih, atau kecewa yang berlebihan sering muncul bukan karena masalahnya terlalu besar, tapi karena kita sedang lelah.

Lelah secara apa?
Biasanya kombinasi dari tiga hal: fisik, mental, dan spiritual.

▪️Energi Spiritual: Pondasi Utama

Dari ketiganya, energi spiritual sebenarnya memegang peran paling besar.
Namun, ada satu hal penting yang sering kita lupakan: energi ini tidak bisa langsung dinaikkan saat masalah sudah terjadi.

Kita tidak bisa berharap tetap tenang di tengah badai, kalau sebelumnya kita tidak pernah mengisi “bekal” ketenangan itu.

Karena itu, energi spiritual perlu dibangun sebelum hal tidak menyenangkan datang.

Cara setiap orang bisa berbeda, tapi umumnya bisa melalui:

  • Sholat yang lebih khusyuk

  • Membaca Al-Qur’an dan memahami artinya

  • Dzikir dan istighfar

  • Ibadah apa pun yang paling membuat hati terasa dekat dan tenang

Dan jangan remehkan doa.
Doa bisa jadi senjata yang sangat ampuh. Kita bisa berdoa kapan saja, dengan bahasa apa saja, meminta apa saja—bahkan hal-hal yang terasa kecil.

Jadikan semua ini kebiasaan, bukan hanya pelarian saat sedang terpuruk.
Dengan begitu, kita selalu dalam kondisi siaga ketika badai datang.

▪️Energi Fisik: Dasar yang Sering Diabaikan

Spiritual kuat tapi fisik tumbang—hasilnya tetap berat.

Menjaga energi fisik terdengar klise, tapi efeknya nyata:

  • Makan cukup dan seimbang (sayur dan protein, bukan asal karbohidrat)
  • Tidur yang cukup (dan ya… siapa yang masih main HP sebelum tidur? Yak, saya juga 🙋‍♀️)

  • Minum air yang cukup

  • Bergerak dan berolahraga

Olahraga memang terasa menantang, apalagi bagi yang hidupnya “sibuk”.
Tapi tidak harus berat. Mulai dari:

  • Stretching ringan sebelum tidur

  • Squats 10 kali di pagi hari

  • Gerakan kecil tapi konsisten

Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

▪️Energi Mental: Menyelamatkan Otak dari Kebisingan

Energi mental sering terkuras tanpa kita sadari.
Pelakunya siapa?
Yak, benar: HP kita sendiri.

Scrolling media sosial, menonton short video tanpa henti, atau membaca konten acak—semuanya memenuhi otak dengan informasi yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Ketika otak sudah penuh dan lelah, kita jadi:

  • Lebih reaktif

  • Lebih sulit berpikir jernih

  • Lebih mudah meledak saat ada masalah

Menjaga energi mental bisa dimulai dari hal sederhana:

  • Mengurangi scrolling yang tidak sadar

  • Memberi jeda dari informasi yang tidak perlu

  • Memilih dengan sadar apa yang kita konsumsi

Ketika energi spiritual terisi, fisik terjaga, dan mental tidak kelelahan, kita tidak otomatis kebal terhadap masalah.
Tapi kita jadi lebih siap.

Lebih mudah menerima hal-hal yang tidak menyenangkan.
Lebih mampu merespons dengan tenang.
Lebih sedikit energi yang terkuras untuk hal yang sama.

Bukan karena kita menjadi manusia super,
tapi karena kita menjaga diri sebelum badai datang.

2. Terima hal yang tidak mengenakkan itu

Ya, ini memang sulit dan perlu latihan. Kita perlu berani menghadapi perasaan tidak nyaman, dengan memeluk perasaan itu. Semakin kita denial, semakin kita gelisah. 

It's okay not to be okay. 
Gak apa kok kalau kamu belum menjadi apa yang kamu inginkan. 
Gak apa kok kalau orang lain belum menjadi sosok yang ideal buatmu. 
Gak apa kok kalau kamu belum mendapatkan apa yang kamu butuhkan.

Katakan pada diri sendiri, "Ya, saya punya masalah 〇〇. Ini gak nyaman buat saya. Tapi tidak apa-apa. Titip masalah ini ya Allah.."

Menerima hal yang tidak mengenakkan, harus satu set dengan menyerahkan urusan ini ke Allah. Dan percaya Allah akan bantu, baik dalam hal menenangkan hatimu atau menyelesaikan persoalanmu. Soalnya kalau tidak satu set, itu akan susah. Iya, saya menerima, tapi masih gelisah. Soalnya kita masih terpaku kalau kita yang harus menyelesaikannya. Udah gak nyaman sama hal itu, masih harus menghadapinya untuk diselesaikan pula. Makanya berat. Allah tidak membebani sesuatu di luar kapasitasmu, dan juga tidak menuntutmu menyelesaikan apa yang terjadi padamu. 

3. Seringkali, tidak memikirkan masalah adalah solusi

Kalau setiap memikirkan masalah itu membuat kamu gelisah, berarti kamu perlu tidak memikirkannya. Hah, bagaimana caranya? 
Berkaitan dengan nomor 2, serahkan masalah ke Allah, minta Allah untuk ditunjukkan solusinya. Jangan berpikir terlalu keras. Dan alihkan aktivitasmu ke hal-hal lain yang kamu sukai tapi berfaedah. Bergerak ringan juga efektif.

Serahkan semuanya ke Allah, dan lupakan sementara.

4. Bila sabar itu berkaitan dengan orang lain, sebutkan hal-hal yang baik tentang dia

Ini juga somehow efektif, karena :

- Otak kita akan berfokus ke kebaikan-kebaikan dia, jadi akan mengurangi perasaan jengkel atau tidak nyaman bila berhadapan dengannya

- Ini juga sebagai salah satu 'syukur'. Allah akan menambah nikmat bila kita bersyukur. Dengan 'bersyukur' dengan kebaikan-kebaikannya, semoga Allah juga akan menambah list kebaikannya juga.

Tidak ada orang yang sempurna, begitu juga dengan kita. Dengan memaafkan orang tersebut (walau paham ini sulit, tapi pahalanya guedee banget), semoga Allah pun akan memaafkan kesalahan-kesalahan kita di dunia dan dimasukkan ke dalam surga di hari akhir kelak.

5. Senjata utama : doa

Nah ini sudah disebutkan di nomor satu sih.
Doa sebenarnya jadi senjata ampuh. Sebelum kita pusing gimana caranya harus bersabar, kita berdoa ke Allah, semoga hati kita mampu bersabar, dan ditunjukkan caranya untuk bersabar. Karena, semakin dewasa semakin kompleks permasalahan, dan seringkali kita tidak mampu mengelola perasaan sendiri. Betapa lemahnya manusia ya. Don't think too hard. Kita punya Allah. Serahkan semua ke Allah, berdoa, perbaiki ibadah. Kalau belum bisa, coba lagi. Belajar bersabar adalah pelajaran seumur hidup. Karena masalah yang kita hadapi untuk sabar akan naik level juga.

Begitu saja mungkin tips dari aku. Semoga kita bisa terus belajar bersabar dan menenangkan diri. Meskipun pasti jungkir balik dan salto, hihi. Bismillah.

Selasa, 14 Januari 2025

ラスボス

ラスボスと戦うには、勇気がいる。

勇気を振り絞って、ラスボスに向かっている自分。


ラスボスと戦うとなると、疲れは付きもの。

24時間365日、面と向かっているのだから。

戦うとなると、体がガチガチ緊張してしまう。


だったら、戦わなくてもいいかもしれない。

ラスボスは、敵じゃないのかもしれない。

うまく付き合えば、親友になれるのかもしれない。

自分を成長できる親友かもしれない。


親友になりたいのなら、

ラスボスにプレゼントをあげよう。

信仰と優しさをプレゼントとして会いに行こう。

親友になりたいから、

ラスボスとたくさんお話ししよう。

ラスボスの言いたいことをたくさん聞いて、褒めて、優しくしよう。


ラスボスは自分だった。

自分の弱み、自分の欠点、過去の過ち、理想と現実のギャップ。


アッラーへ、

どうかラスボスと友達になれますように。

ラスボスと一緒に笑ったりして過ごせますように。


Minggu, 05 November 2023

Melakukan yang Termudah

Kemudahan yang didapatkan saat ini, entah itu badan yang sehat, keluarga dan teman-teman yang baik, finansial yang cukup, salah satunya mungkin dari amal ibadah yang kita lakukan.

Juga, ketika ada masalah, solusi utamanya adalah  lebih mendekatkan diri ke Allah, dengan ibadah-ibadah.

Tentu saja ibadah wajib seperti sholat wajib, puasa ramadhan, dan zakat perlu kita lakukan. 
Namun, bila kita ingin 'lebih', ada banyak sekali ibadah shunnah yang bisa kita jalankan.

Beberapa di antaranya adalah sholat tahajud, puasa shunah, sholat dhuha, tilawah, infaq, dan dzikir.

Sebagai manusia, rasanya kadang kala maruk, ingin melakukan semua, tapi tak bisa dilakukan semua. Maka, Allah yang tahu tabiat manusia yang lemah, berpesan untuk melakukan 'amalan unggulan', amalan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Ini bisa berbeda-beda setiap individu. Kalau bisa melakukan semua, alhamdulillah, tapi kalau tidak bisa ya jangan berkecil hati. Temukan satu amalan yang dirasa paling mudah, konsisten menjalankannya, sambil berdoa agar dimudahkan untuk melakukan amalan lainnya.

Bagi saya, saya masih merasa kesulitan bangun malam untuk tahajud (masih belum konsisten), puasa juga merasa masih kurang semangat (astaghfirullah), sholat dhuha lumayan 'mudah' untuk dilakukan bagi saya untuk disempatkan. Tilawah agak 'dipaksakan' untuk minimal 1/2 juz per hari (walau kadangkala ada bolongnya juga). Dzikir kadang ingat kadang lupa. Namun, untuk infaq ini saya rasa mudah. Berapa pun nominalnya, alhamdulillah terasa mudah dilakukan. Bisa ditampung di celengen rumah dulu, untuk nanti disalurkan dengan nominal tertentu. Intinya, jangan berkecil hati ketika tidak bisa melaksanakan 'semua' target ibadah. Fokus ke amalan unggulan kita yang dirasa mudah, bersyukur sudah bisa melakukannya, dan berdoa agar lebih baik lagi.

Eh, ternyata untuk ibadah pun kita butuh bantuan Allah ya? Kirain sholat ya udah sholat aja.
Kita memang tidak ada apa-apanya, manusia lemah yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan Allah.
Namun, ketika kita meminta kepada Allah, Allah akan wuusss berlari mendekat ke hamba-Nya yang membutuhkan bantuan.

I love you Allah.

Minggu, 15 Oktober 2023

疲れすぎて何もできなくなった時

ある事が起こりました。
すごく嫌でした。
改善点はわかるし、前向きにいこうとは思っても、
あれ?
疲れすぎてできない。

そんな時もあるよね。

自分って思っているよりも本当は弱い生き物。
例えば他人に何か言われて傷ついた時、
初めはなんとも思ってない、
あの人はああいう性格だから反射的にあの言葉が出たんだな、とかわかるけど、
時間が経つにつれ、
あれ、悲しいぞ?

ネガティブなことと向き合うのは案外エネルギーがいるもんだ。
嫌なことは少しずつエネルギーを消耗する。
何回も嫌な事をされたらエネルギーはだんだん無くなっていく。
エネルギーがない時、それが疲れた時。
その時は、
どんなに脳が心を説得しようとしてもダメだよね。

そんな時は、

無理しなくてもいい。

時間かけて、
いっぱい感情を吐き出して、
自分を慰めて、
時には一人になって自分の好きなことをして、
少しずつ立ちあがろう。

疲れた時って、理想論なんて一旦忘れるのだ。
優しさをいっぱい受け止めよう。

Jumat, 08 September 2023

Berbagai Macam Part Time yang Bisa dilakukan di Jepang

 Di Jepang, ada banyak part time yang ditawarkan. Terutama untuk mahasiswa, part time ini sangat digandrungi untuk menambah pemasukan selain beasiswa. Part time sangat berpengaruh dengan keahlian bahasa Jepang yang dimiliki. Untuk bahasa Jepang yang standar, mungkin kita bisa bekerja dengan rate ¥1,000/jam (standar) seperti pelayan restoran. Namun, semakin kita mahir bahasa Jepang, semakin banyak pilihan part time yang bisa dilakukan. Dan, biasanya juga semakin besar pemasukannya (karena hitungannya professional).  Berikut adalah beberapa part time yang pernah saya jalani.

(Sebagai gambaran, saya punya sertifikat JLPT N1 yang diambil pada tahun 2013, dan BJT J1 yang diambil tahun 2015)

1. Guru bahasa Indonesia (fee : ¥2,300/80 menit)
Saya pernah beberapa tahun bekerja sebagai guru bahasa Indonesia. Mengajar bahasa Indonesia dengan bahasa Jepang di sebuah lembaga bahasa. Untuk rate, sebenarnya tidak terlalu besar. Fee ¥2,300 untuk 80 menit, namun saya harus persiapan mengajar, dan waktu perjalanan ke tempat mengajar yang lumayan. Namun saya banyak belajar di sini, karena ada training untuk mengajar di awal. Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengalaman di sini.

2. Translator/Interpreter (fee : variasi)
Untuk ini, saya mendapatkan rate yang beraneka ragam. Ada yang ¥3,000/jam, ketika translate rombongan teknisi peruri yang melakukan training ke perusahan percetakan (katanya rate ini hasil nego teman saya). 1 hari sekitar 6 jam, dan saya waktu itu bertugas selama 3 hari. Jadi total ¥54,000 bisa didapatkan dengan 3 hari alhamdulillah.  Tapi ada juga yang ¥15,000 untuk 2 hari wkwk. Yang ¥15,000 ini agak kebangetan sih (¥1,000/jam jatuhnya), saya memang tidak menanyakan feenya juga di awal karena yang meminta teman saya. Tapi saya tidak menyesal, karena hitung-hitung buat saya latihan translate (belajar tapi dibayar), dan saya senang juga mengunjungi pabrik shoyu, miso, dan natto. Waktu itu translate untuk orang-orang UKM tempe.
Nah, sekarang saya teregistrasi di sebuah agen, yang biasanya jobnya dari stasiun TV. Biasanya fee nya ¥4,000/jam untuk translate atau research berita. Kalau kita ke stasiun TVnya, tetap ¥4,000/jam selama di stasiun TV walaupun kita tidak full bekerja (kadang sudah selesai atau disuruh menunggu untuk pengecekan). Kalau kita selesai tengah malam, akan dianterin gratis pake taksi. Pernah saya sekali pulang tengah malam, jadinya gak enak banget jam tidurnya keganggu wkwk. Dan permintaan dari stasiun TV selalu dadakan. Saya pernah ditelepon tengah malam jam 1 (tapi gak saya angkat), kemudian ditelpon lagi jam 6 pagi (saya angkat), untuk masuk stasiun TV jam 9 pagi wkwk. Bisa juga work form home, ini lumayan enak.
Ada satu lagi, translate video dan disuruh bikin subtitle (dikasih keterangan menit ke berapa setiap kalimat), diberi fee ¥4,000/halaman. Saya pernah diminta translate video, ditanya,
"Kami ada video sekitar 2 jam, deadlinenya lumayan mepet besok jam 17. Bisa translate berapa menit?"
Setelah saya lihat videonya, saya jawab," Saya coba 23 menit Pak."
Dan ketika saya translate, ternyata butuh 8 JAM wkwk. Dapat 9 halaman, lumayan ¥36,000. Tapi habis itu kepala panassss.
Kerjaan ini gak setiap saat ada, jadi anggaplah pemasukan bonus. Part time yang fee-nya lumayan dalam jangka waktu pendek.

3. Memperkenalkan kebudayaan negara asal ke murid sekolah Jepang (fee : ¥8,500/50 menit)
Ini part time terbaik yang pernah saya lakukan. Programnya ada di sini : https://www.kokusai-rikai.org/
Untuk menjadi staff pengajar, syaratnya adalah mahasiswa di sebuah institusi sekitar Tokyo, dan mengikuti seleksi. Seleksinya berupa seleksi dokumen dan seleksi wawancara. Setelah lolos, akan ada training juga. Semuanya dilakukan dalam bahasa Jepang. 
Dalam sebulan, kita akan diberi jadwal satu hingga tiga sekolah (sesuai jadwal available yang kita submit). Untuk satu hari, kita bisa mengajar satu hingga tiga sesi. Biasanya, kalau hanya satu sesi ada uang tambahan ¥2,500 sehingga total ¥11,000 hanya 50 menit mengajar (dipotong pajak). Ada juga hari mengajar tiga sesi, sehingga dalam sehari bisa dapat ¥25,500. Uang transport pun akan dikasih lagi. 
Sangat  banyak pengalaman yang saya didapatkan dari mengajar ini, baik ketika interaksi dengan murid dan dengan sesama mahasiswa pengajar dari negara lain. Insya Allah akan saya bahas di kesempatan lain.

Begitulah, beberapa part time yang pernah saya jalani. Karena status masih pelajar, jadi saya belum berani mengambil part time yang berkomitmen dalam jangka waktu panjang. Jadi part time di sini sebagai 'bonus' tambahan aktivitas lain dan ada sedikit penggembira (baca: cuan). Alhamdulillah dengan kemampuan bahasa yang dimiliki, bisa mendapatkan fee yang lumayan tanpa bekerja berjam-jam. Jadi, insya Allah belajar bahasa tidak ada ruginya.

Namun yang terpenting, mari kita niatkan semua aktivitas untuk mendapatkan ridha Allah. Insya Allah berkah dunia akhirat.


Kamis, 31 Agustus 2023

Ternyata Kecemplung Menjadi Pemakai Apple

Produk Apple emang terkenal wow dan mahal. Dulu ketika saya di Indonesia, ngerasa gak banget deh terlalu mahal. Sudahlah pakai yang standar-standar saja. Hp Samsung, laptop Sony (laptop ini pun sebenarnya gak murah-murah amat. Laptop idaman saya yang didapatkan dengan menabung uang sisa student exchange).

Tetapi semua itu berubah ketika saya sampai ke Jepang. Sebelum berangkat ke Jepang, saya sempat bekerja di sebuah IT company (tapi jadi project manager alias translator wkwk). Di sana banyak device-device untuk testing app berseliweran, salah satunya iPhone. Saya pun kepincut dengan iPhone (yg masih iPhone 5 waktu itu), karena kameranya bagus dan bisa unlock screen pakai fingerprint touch sensor (mirip-mirip riset saya waktu itu). Ketika sampai ke Jepang, ternyata pembelian iPhone bisa dicicil 24x dengan bunga 0%. Harganya pun masih terjangkau bila dibandingkan dengan pemasukan beasiswa. Jadilah saya membeli iPhone 5s saat itu, di bulan April tahun 2014.

Dua tahun kemudian, saya pun harus pindah provider hp. Dulu kontrak provider dua tahun, setelah dua tahun biaya provider naik. Jadi biar gak rugi, sekalian saja ganti provider. Ketika mau ganti provider, saya sekalian ganti device. Kenapa? Karena dulu iPhone 5s belum bisa unlock simcard (jadinya gak bisa gonta-ganti simcard). Jadilah saya beli iPhone 6s yang bisa unlock simcard, di bulan Mei tahun 2016.
Waktu itu ada banyak diskon. Selain 'jual' HP lama, ada banyak promo sehingga diskon yang saya dapatkan kurang lebih 3 juta. Harganya mirip seperti iPhone SE sekarang (tahun 2023). Waktu itu karena visa saya kurang dari 2 tahun (belum perpanjang), pembayaran tidak bisa dicicil dan harus bayar cash. Alhamdulillah uang tabungan saya mencukupi untuk membeli iPhone 6s. Kenapa iPhone lagi? Karena sudah terlanjur nyaman dan kamera hpnya bagus..

Sekarang, saya pun masih setia menggunakan iPhone 6s, di bulan September tahun 2023. Sudah lebih dari tujuh tahun saya memakai Hp ini. Hp ini berkali-kali ketinggalan, namun alhamdulillah selalu kembali lagi. Masih rejeki saya. Saya masih bertahan pakai Hp ini, walau memori sudah megap-megap (hanya 64 GB) dan baterai relatif cepat habis (walau pernah sekali ganti baterai). 

Saya sering melirik Hp terbaru iPhone 14, namun maju mundur liat harganya. Sebenarnya di tabungan saya ada uangnya. Namuun saya masih belum sreg untuk mengeluarkan uang sebanyak itu, untuk sesuatu yang belum benar-benar dibutuhkan. Toh, Hp 7 tahun ini belum rusak, masih bisa digunakan. Jadi, mari kita lihat nanti, sampai kapan Hp ini bisa bertahan.

Device kedua, adalah macbook air. 

Jadi ceritanya, laptop Sony saya tiba-tiba mati tanpa sebab. Padahal saya lagi ngejar deadline paper. Dibongkar (sama temen) pun gak ketemu solusinya. Diputuskanlah saya untuk membeli laptop.

Saya ingin membeli laptop dengan spec yang bagus, namun ringan untuk dibawa-bawa. Tentunya harga juga jadi pertimbangan. Setelah survey sana-sini, ternyata yang paling memenuhi kriteria tersebut adalah : macbook air. Laptop windows di sini (yang tipis dan ringan dengan spec oke) ternyata muahal. Jadi, diputuskanlah saya membeli laptop Macbook Air, di bulan Desember tahun 2015.

Sekarang, saya pun masih setia menggunakan laptop Macbook Air, di bulan September 2023. Sudah hampir delapan tahun saya memakai laptop ini. Saya masih bertahan memakai laptop ini, walau daya tahan baterai tinggal 2-3 jam (awalnya sekitar 8 jam apa ya), dan suka tiba-tiba mati (padahal baterai masih di atas 50%) kalau dipakai setel YouTube atau zoom (ga tau penyebabnya, udah bolak-balik apple store). Tapi kalau muncul kayak gitu, biasanya asal dicharge aja, masalah beres.

Saya juga tentunya suka melirik Macbook Air keluaran terbaru, tapi tetap masih maju mundur melihat harganya, dan karena saya juga merasa belum benar-benar butuh laptop baru. Toh laptop ini masih bisa dipakai.

Suami suka merekomendasikan Hp Android (kalau laptop emang macbook air yg paling oke sih dari segi harga dan spec), tapi entah kenapa saya ga bisa move on dengan apple 😭. 

Saya sebenarnya bukan orang yang suka ngikutin tren, bukan juga yang suka barang-barang branded, atau belanja sesuatu yang mahal. Prinsip ekonomi masih berlaku, membeli barang semurah-murahnya dengan kualitas sebagus-bagusnya. Namun untuk perihal elektronik agak berbeda. Karena untuk harga yang lebih mahal, fungsionalnya biasanya lebih banyak dan oke. Jadi, saya beli produk apple ini bukan karena biar gaul atau ngikutin tren gonta-ganti gadget. Beli barang dengan spek yang oke di saat itu, untuk pemakaian jangka panjang.

Dan alhamdulillah, ternyata produk Apple itu awet ya #eh

Apa pun itu barangnya, dan biar pun kita punya uangnya, mari tetap belajar bijak untuk berbelanja. Membeli sesuatu memang karena butuh. Karena apa yang kita belanjakan nanti akan dihisab di akhirat kelak.

Salam ngirit.

Selasa, 22 Agustus 2023

Cara Mudah untuk "Self-Love"

Pernah gak ngerasa benci dengan diri sendiri?
Di saat diri ini tidak bisa bergerak sesuai harapan,
dikira kita mampu mengontrol ucapan dan perbuatan, namun yang terjadi malah sebaliknya.
Atau gagal dalam hal tertentu, jadinya malah menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
Berandai-andai, harusnya aku begini, harusnya aku begitu.
Dan lelah dengan itu semua.

Kemudian melihat postingan di internet tentang self-love.
Oh iya, kayaknya aku gak nyaman dengan diri sendiri deh.
Bawaannya nyalahin mulu, harus lebih sayang dengan diri sendiri kalau begitu ya.
Coba praktekin ahh..

Tapi, eh? Ini gimana caranyaa..
Kayaknya gak mempan dengan cara-cara yang ada di internet..
Teuteeup aja lelah dengan ini semua..

Terus gimana dongg..

Ngerasa pentingnya self-love itu muncul kalau kita ngerasa benci diri sendiri kali ya?
(Kalau kondisi biasa-biasa aja, kita gak akan kepikiran apa itu self-love, karena kita udah asyik dengan apa yang ada di depan mata.)
Kita berekspektasi berlebih dengan diri kita, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Di situlah kita merasa kecewa, ngerasa gak berdaya, dan malah benci dan menyalahkan diri sendiri.

Kemudian ku pun tersadar.. Mungkin yang perlu disesuaikan adalah ekspektasi kita..
Merasa bisa mengkontrol diri, tapi sebenarnya, manusia itu lemahh.. gak bisa apa-apa itu sebenarnya wajarr, karena manusia memang lemahh..
Jadi, kita perlu minta tolong. Minta tolong ke Yang-Bisa-Apapun. Yang-Serba-Kuat. Yang-Tidak-Ada-Kemustahilan-dengan-PertolonganNya.

Ya, coba kita Allah-Love (istilahnya bener gak sih? wkwk)

Kalau kita zero expectation ke diri (tapi full percaya Allah akan bantu), mungkin keadaan akan jauh lebih baik.
Kalau ada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, karena sudah Allah-Love, langsung percaya Allah akan bantu dan Allah pasti akan memberi hikmah terbaik untuk kita.
Terus, otomatis akan berdamai dengan diri sendiri dan keadaan deh, self-love pun tercapai dengan indahnya.

Yaaa untuk dapatin Allah-love ini juga perlu usahaa.
Hmm, tapi mungkin yang kusarankan, coba tilawah deh.
Berdasarkan pengalaman pribadi, tilawah secara ajaib mampu untuk menenangkan batin.
Di samping itu, bisa juga dengarkan kajian-kajian online untuk mengikat mindset kita untuk Allah-love. 
Tidak lupa perbaiki sholat wajibnya dan banyak-banya berdoa.
Eh, jadi banyak deh wkwk.
Bisa dicoba cara-cara yang paling nyaman buat masing-masing.
Yang jelas, insya Allah dengan Allah-love, self-love juga otomatis akan tercapai :)

Tetap semangat yah.