Kamis, 31 Agustus 2023

Ternyata Kecemplung Menjadi Pemakai Apple

Produk Apple emang terkenal wow dan mahal. Dulu ketika saya di Indonesia, ngerasa gak banget deh terlalu mahal. Sudahlah pakai yang standar-standar saja. Hp Samsung, laptop Sony (laptop ini pun sebenarnya gak murah-murah amat. Laptop idaman saya yang didapatkan dengan menabung uang sisa student exchange).

Tetapi semua itu berubah ketika saya sampai ke Jepang. Sebelum berangkat ke Jepang, saya sempat bekerja di sebuah IT company (tapi jadi project manager alias translator wkwk). Di sana banyak device-device untuk testing app berseliweran, salah satunya iPhone. Saya pun kepincut dengan iPhone (yg masih iPhone 5 waktu itu), karena kameranya bagus dan bisa unlock screen pakai fingerprint touch sensor (mirip-mirip riset saya waktu itu). Ketika sampai ke Jepang, ternyata pembelian iPhone bisa dicicil 24x dengan bunga 0%. Harganya pun masih terjangkau bila dibandingkan dengan pemasukan beasiswa. Jadilah saya membeli iPhone 5s saat itu, di bulan April tahun 2014.

Dua tahun kemudian, saya pun harus pindah provider hp. Dulu kontrak provider dua tahun, setelah dua tahun biaya provider naik. Jadi biar gak rugi, sekalian saja ganti provider. Ketika mau ganti provider, saya sekalian ganti device. Kenapa? Karena dulu iPhone 5s belum bisa unlock simcard (jadinya gak bisa gonta-ganti simcard). Jadilah saya beli iPhone 6s yang bisa unlock simcard, di bulan Mei tahun 2016.
Waktu itu ada banyak diskon. Selain 'jual' HP lama, ada banyak promo sehingga diskon yang saya dapatkan kurang lebih 3 juta. Harganya mirip seperti iPhone SE sekarang (tahun 2023). Waktu itu karena visa saya kurang dari 2 tahun (belum perpanjang), pembayaran tidak bisa dicicil dan harus bayar cash. Alhamdulillah uang tabungan saya mencukupi untuk membeli iPhone 6s. Kenapa iPhone lagi? Karena sudah terlanjur nyaman dan kamera hpnya bagus..

Sekarang, saya pun masih setia menggunakan iPhone 6s, di bulan September tahun 2023. Sudah lebih dari tujuh tahun saya memakai Hp ini. Hp ini berkali-kali ketinggalan, namun alhamdulillah selalu kembali lagi. Masih rejeki saya. Saya masih bertahan pakai Hp ini, walau memori sudah megap-megap (hanya 64 GB) dan baterai relatif cepat habis (walau pernah sekali ganti baterai). 

Saya sering melirik Hp terbaru iPhone 14, namun maju mundur liat harganya. Sebenarnya di tabungan saya ada uangnya. Namuun saya masih belum sreg untuk mengeluarkan uang sebanyak itu, untuk sesuatu yang belum benar-benar dibutuhkan. Toh, Hp 7 tahun ini belum rusak, masih bisa digunakan. Jadi, mari kita lihat nanti, sampai kapan Hp ini bisa bertahan.

Device kedua, adalah macbook air. 

Jadi ceritanya, laptop Sony saya tiba-tiba mati tanpa sebab. Padahal saya lagi ngejar deadline paper. Dibongkar (sama temen) pun gak ketemu solusinya. Diputuskanlah saya untuk membeli laptop.

Saya ingin membeli laptop dengan spec yang bagus, namun ringan untuk dibawa-bawa. Tentunya harga juga jadi pertimbangan. Setelah survey sana-sini, ternyata yang paling memenuhi kriteria tersebut adalah : macbook air. Laptop windows di sini (yang tipis dan ringan dengan spec oke) ternyata muahal. Jadi, diputuskanlah saya membeli laptop Macbook Air, di bulan Desember tahun 2015.

Sekarang, saya pun masih setia menggunakan laptop Macbook Air, di bulan September 2023. Sudah hampir delapan tahun saya memakai laptop ini. Saya masih bertahan memakai laptop ini, walau daya tahan baterai tinggal 2-3 jam (awalnya sekitar 8 jam apa ya), dan suka tiba-tiba mati (padahal baterai masih di atas 50%) kalau dipakai setel YouTube atau zoom (ga tau penyebabnya, udah bolak-balik apple store). Tapi kalau muncul kayak gitu, biasanya asal dicharge aja, masalah beres.

Saya juga tentunya suka melirik Macbook Air keluaran terbaru, tapi tetap masih maju mundur melihat harganya, dan karena saya juga merasa belum benar-benar butuh laptop baru. Toh laptop ini masih bisa dipakai.

Suami suka merekomendasikan Hp Android (kalau laptop emang macbook air yg paling oke sih dari segi harga dan spec), tapi entah kenapa saya ga bisa move on dengan apple 😭. 

Saya sebenarnya bukan orang yang suka ngikutin tren, bukan juga yang suka barang-barang branded, atau belanja sesuatu yang mahal. Prinsip ekonomi masih berlaku, membeli barang semurah-murahnya dengan kualitas sebagus-bagusnya. Namun untuk perihal elektronik agak berbeda. Karena untuk harga yang lebih mahal, fungsionalnya biasanya lebih banyak dan oke. Jadi, saya beli produk apple ini bukan karena biar gaul atau ngikutin tren gonta-ganti gadget. Beli barang dengan spek yang oke di saat itu, untuk pemakaian jangka panjang.

Dan alhamdulillah, ternyata produk Apple itu awet ya #eh

Apa pun itu barangnya, dan biar pun kita punya uangnya, mari tetap belajar bijak untuk berbelanja. Membeli sesuatu memang karena butuh. Karena apa yang kita belanjakan nanti akan dihisab di akhirat kelak.

Salam ngirit.

Selasa, 22 Agustus 2023

Cara Mudah untuk "Self-Love"

Pernah gak ngerasa benci dengan diri sendiri?
Di saat diri ini tidak bisa bergerak sesuai harapan,
dikira kita mampu mengontrol ucapan dan perbuatan, namun yang terjadi malah sebaliknya.
Atau gagal dalam hal tertentu, jadinya malah menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
Berandai-andai, harusnya aku begini, harusnya aku begitu.
Dan lelah dengan itu semua.

Kemudian melihat postingan di internet tentang self-love.
Oh iya, kayaknya aku gak nyaman dengan diri sendiri deh.
Bawaannya nyalahin mulu, harus lebih sayang dengan diri sendiri kalau begitu ya.
Coba praktekin ahh..

Tapi, eh? Ini gimana caranyaa..
Kayaknya gak mempan dengan cara-cara yang ada di internet..
Teuteeup aja lelah dengan ini semua..

Terus gimana dongg..

Ngerasa pentingnya self-love itu muncul kalau kita ngerasa benci diri sendiri kali ya?
(Kalau kondisi biasa-biasa aja, kita gak akan kepikiran apa itu self-love, karena kita udah asyik dengan apa yang ada di depan mata.)
Kita berekspektasi berlebih dengan diri kita, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Di situlah kita merasa kecewa, ngerasa gak berdaya, dan malah benci dan menyalahkan diri sendiri.

Kemudian ku pun tersadar.. Mungkin yang perlu disesuaikan adalah ekspektasi kita..
Merasa bisa mengkontrol diri, tapi sebenarnya, manusia itu lemahh.. gak bisa apa-apa itu sebenarnya wajarr, karena manusia memang lemahh..
Jadi, kita perlu minta tolong. Minta tolong ke Yang-Bisa-Apapun. Yang-Serba-Kuat. Yang-Tidak-Ada-Kemustahilan-dengan-PertolonganNya.

Ya, coba kita Allah-Love (istilahnya bener gak sih? wkwk)

Kalau kita zero expectation ke diri (tapi full percaya Allah akan bantu), mungkin keadaan akan jauh lebih baik.
Kalau ada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, karena sudah Allah-Love, langsung percaya Allah akan bantu dan Allah pasti akan memberi hikmah terbaik untuk kita.
Terus, otomatis akan berdamai dengan diri sendiri dan keadaan deh, self-love pun tercapai dengan indahnya.

Yaaa untuk dapatin Allah-love ini juga perlu usahaa.
Hmm, tapi mungkin yang kusarankan, coba tilawah deh.
Berdasarkan pengalaman pribadi, tilawah secara ajaib mampu untuk menenangkan batin.
Di samping itu, bisa juga dengarkan kajian-kajian online untuk mengikat mindset kita untuk Allah-love. 
Tidak lupa perbaiki sholat wajibnya dan banyak-banya berdoa.
Eh, jadi banyak deh wkwk.
Bisa dicoba cara-cara yang paling nyaman buat masing-masing.
Yang jelas, insya Allah dengan Allah-love, self-love juga otomatis akan tercapai :)

Tetap semangat yah.


Rabu, 05 Juli 2023

Bagaimana untuk Sabar?

Banyak nasehat untuk bersabar. Namun, bagaimana proses secara praktisnya? Saya coba merumuskan cara praktis untuk melatih kita untuk bersabar..

Sabar dibutuhkan ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan.

Yes, ketika terjadi suatu peristiwa di luar keinginan kita, hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Walaupun tahu dengan segala teorinya, kadangkala prakteknya begitu sulit untuk merasa nyaman dalam segala ketidakidealan.

Pada dasarnya (menurut kesotoy-an saya), ada dua hal yang dibutuhkan untuk merasa nyaman ketika terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan :

1. Menerima kejadian tersebut dengan lapang dada. Dengan kata lain, berdamai dengan kenyataan (dan diri sendiri).

2. Berdoa kepada Allah untuk masa depan yang lebih baik.

Dua hal tersebut otomatis akan terhubung dengan yang namanya 'bersabar'. Dengan menerima kenyataan dan fokus berdoa ke Allah untuk perbaikan, insya Allah perlahan demi perlahan kita akan keluar dari masalah.

Namun, seringkali kita kesulitan untuk berdamai dengan kenyataan yang tidak menyenangkan, begitu juga berdamai dengan diri sendiri terutama untuk orang yang perfeksionis (ngacung!).

Kita secara tidak sadar 'menuntut' agar semua hal sesuai dengan ekspektasi kita. Pergulatan batin yang tidak mengenakkan.

Nah, bagaimana langkah praktisnya dalam menerima hal-hal yang tidak mengenakkan? 

1. Keluarkan dulu uneg-uneg, apa saja kekecewaan kita, apa yang membuat kita merasa tidak nyaman. Jangan men-judge dulu dengan segala nasehat (harusnya kamu gak gitu, harusnya itu bukan masalah besar, dll), kamu berhak kok merasa tidak nyaman. Pokoknya izinkan semuanya OK untuk terjadi, karena semua hal terjadi atas izin Allah. Izinkan juga diri ini untuk merasakan emosi negatif (sedih, kecewa, marah, dll) karena itu wajarr. Itu dulu.

2. Dengarkan dirimu dengan sepenuh hati, 'Iya ya, aku merasa tidak nyaman kalau diperlakukan seperti itu'. 'Iya ya, ini memang melelahkan, dan alhamdulillah aku sudah berusaha berjuang hebat'. Validasi emosi kita, puji diri sendiri (dan bersyukur kepada Allah). Pukpuk diri ini, yang sudah berjuang dengan segala upaya dalam menghadapi ketidaknyamanan ini. Kamu hebat!

3. Banyak orang menyarankan untuk cerita ke orang terdekat bila ada masalah. Namun tidak setiap saat kita bisa demikian. Cara yang paling tepat sesungguhnya adalah curhat ke Allah terlebih dahulu. Lakukan nomor 1 dan 2 kapanpun (tidak harus ketika tahajud).
Curhat ke Allah misalkan, 'Ya Allah saya sedih, saya lelah, karena usahaku belum terlihat hasilnya'.
Kemudian akhiri dengan doa, 'Ya Allah lapangkanlah hatiku untuk menerima kenyataan ini. Berikan petunjuk untuk menyelesaikan masalah ini. Bila cerita ke orang bisa memberikan solusi, tunjukkan orang yang tepat dan waktu yang tepat.' Pasrahkan ke Allah atas masalahmu, dan percaya 100% Allah akan menghiburmu dan memberikanmu jalan keluar.

4. Sejatinya masalah terasa berat karena kita memikirkan (terlalu keras) masalah tersebut wkwk. Setelah kita berdoa ke Allah, pasrahkan 100% ke Allah, coba lepas sejenak dalam memikirkan masalah tersebut. Percaya Allah akan bantu menyelesaikan. Rileks sejenak. Kalau kamu merasa lelah, bisa istirahat dulu karena kondisi fisik dan psikis memang sangat berhubungan. Bisa tidur (sambil berdzikir sebelum tidur), jalan-jalan menghirup udara luar, makan makanan yang enak, workout asyik dll. Kalau pengen tidur tapi gak bisa tidur gara-gara kepikiran terus, bisa baca Quran. Ketika baca Quran, pikiran kita otomatis akan teralihkan untuk fokus ke huruf-huruf yang dibaca. Walaupun gak ngerti artinya, sering kali perasaan bisa lebih ringan setelah tilawah loh. Bisa dicoba kalau gak percaya.

Nah itu mungkin beberapa langkah praktis dari saya. Setiap orang bisa saja berbeda. Tapi ya tetep ini butuh latihan dan pertolongan Allah juga. Maka perlu juga setiap habis sholat kita berdoa minta kesabaran, supaya pas lagi butuhnya sabar refleks kita bisa agak sabar gituh.

Bismillah ya teman-teman, semoga Allah menganugerahi kesabaran bagi kita semua, karena bersabar itu pahalanya tanpa batas :)

Minggu, 11 Juni 2023

Lagi Ada Masalah? Cobalah 5 Step Ini

 Mungkin kita sudah berdoa ketika ada masalah.

Tapi, ketika masalah kita tidak kunjung selesai, suka makin gelisah rasanya. Rasanya hhh gemesss.

Mungkin tips-tips ini bisa membantu kita untuk meringankan pikiran yang mumet ketika menghadapi masalah :

Step 1 : Perbaiki mindset
Ingat bahwa semua masalah ada solusinya. Dan kita hanya diwajibkan untuk berikhtiar 'semampu' kita, bukan diwajibkan untuk berikhtiar hingga masalah itu selesai. 
Biasanya kita stress bukan karena adanya masalah itu. Tapi adanya kekhawatiran dan pikiran negatif dari diri kita.
Misal, anak ga mau makan. Kita stress karena khawatir anak sakit, anak kurus, anak kurang gizi. Tapi, bukankah yang memberikan kesehatan itu Allah?
Contoh lain, sudah berusaha kesana-kemari, tapi belum kunjung dapat pekerjaan. Stress karena gimana buat bayar ini itu. Tapi, bukankah yang memberi rezeki itu Allah?
Jadi, adanya masalah itu bukan end of the world. Berani menghadapi ketidaknyamanan, berdamai dengan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Gapapa sedikit tidak nyaman sekarang. Itu tandanya kita sedang di-training agar menjadi lebih kuat :)
Lepaskan diri dari pikiran bahwa 'saya yang harus menyelesaikan masalah'. Nantinya jadi malah tegang karena kita bergantung pada diri sendiri (yang lemah), gimana kalau gak selesai.
Tapi, 'Ya Allah, saya berusaha semampu hamba, tolong bantu masalah ini'. Insya Allah, Allah lah yang akan menyelesaikan masalah kita :)

Step 2 : Berdoa ke Allah, semoga diberikan kelapangan dada untuk ridho menerima masalah
Nah, setelah kita memperbaiki mindset, langkah selanjutnya adalah berdoa ke Allah. Pertama, berdoa agar diberikan kelapangan dada. Ini penting, karena biasanya kita denial. Gak terima ada masalah. Inilah yang menjadi sumber kegelisahan. Bila kita sudah tenang dan otak jernih, berdamai dengan kenyataan, itu sudah langkah sangat besar menuju penyelesaian masalah.

Step 3 : Berdoa ke Allah, untuk diberikan petunjuk agar keluar dari masalah
Nah, setelah itu kita berdoa agar Allah memberikan petunjuk untuk menyelesaikan masalah. Ini juga penting. Sebelum kita berikhtiar sesuai logika kita, minta petunjuk dulu ke Allah agar ikhtiar yang kita lakukan itu tepat. Tentunya kita juga boleh berdoa agar masalah kita selesai.

Step 4 : Ikhtiar dengan niat mendapatkan ridho Allah
Nah, setelah mindset diperbaiki, berdoa ke Allah, barulah kita masuk ke tahap ikhtiar. Tapi ingat, kita berikhtiar itu dengan niat mendapatkan ridho Allah. Kalau ikhtiar dengan niat untuk selesaikan masalah, malah nantinya stress kalau masalah tidak kunjung selesai. Karena yang berhak menentukan masalah kita selesai itu Allah. Jadi, santai aja. Kita ikhtiar untuk mendapatkan ridho Allah saja, bagaimana pun hasilnya itu. Bonusnya, kalau Allah sudah ridho, insya Allah masalah kita akan cepat selesai.

Step 5 : Sabar menjalani prosesnya
Langkah terakhir, bersabar. Memang terdengar klise, tapi ini penting banget. Di jaman sekarang memang dituntut untuk serba instan. Informasi bisa didapatkan dalam hitungan detik, berbagai service pun tersedia untuk mempercepat tujuan. Jadi, mungkin kita jarang berlatih untuk bersabar. Kita maunya semua masalah wussss selesai dalam waktu yang singkat juga. Tapi, ternyata bersabar dalam proses itu jadi kuncinya loh. Agar kita tetap waras walau dirundung berbagai masalah. Menikmati segala prosesnya, proses kita menjadi lebih kuat dan dekat dengan Allah. Dan juga, di dalam Al-Quran disebutkan bahwa sabar itu punya pahala tanpa batas. Anggap saja ini kesempatan emas untuk mendulang banyak pahala seeeebanyak-banyaknya.

Sejatinya masalah sering kali menjadikan sarana kita agar lebih dekat ke Allah. Dan sekali lagi, tidak ada masalah yang tidak selesai. Jadi, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dengan masalah yang besar, karena kita punya Allah yang lebih besar :)

Yes, ini butuh banyak latihan agar selalu on the track. Kadang hati masih suka gak nerima, panik ketika ada masalah, capek karena masalah gak selesai-selesai. Tapi, jangan menyerah yah. Bismillah semoga Allah membantu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin. Gakpapa gagal, terus bangkit lagi, peluk diri sendiri, berdoa ke Allah sebanyak-banyaknya.

Semoga kita semua dalam lindungan dan bimbingan Allah :)

Jumat, 26 Mei 2023

Menjadi Kuat ketika Merasa Lemah

Ketika banyak hal-hal yang tidak bisa kita lakukan..

Ketika merasa kenyataan jauh dari harapan dan target..

Ketika merasa lemah dengan amanah yang bertubi-tubi..

Justru di sini lah, Allah menyadarkan posisi kita sebagai seorang hamba..

Hamba yang lemah, bahkan untuk mengatur perasaan dan pikiran diri pun tidak sanggup..

Memang sudah sewajarnya kita tidak bisa melakukannya, karena kita hanya seorang hamba..


Maka merendahlah di hadapan Yang Maha Tinggi..

Merendahlah di hadapan Yang Maha Kuasa..

Maka mintalah pertolongan kepada Yang Maha Kuat..

Mintalah pertolongan kepada Yang Maha Kuasa..


Yang akan memberikanmu kekuatan..

Yang akan memberikan jalan keluar bagi permasalahanmu dari arah yang tidak kau sangka..


Jangan terlalu keras terhadap dirimu sendiri..

Ada Allah yang menyayangimu..

Ada Allah yang menunggu doa-doamu..

Senin, 01 Mei 2023

批判を受け止めるには

批判って、気持ち良くないよね。

特に自分がコンプレックスを感じている部分に批判が来ると、めっちゃ腹たつし悲しいし。

地雷を踏んでるみたいに、怒りと悲しみがバーンってなるときあるし。

でもそんな自分とも卒業したい。

何があっても気持ち良く自分でありたい。

それに批判って、最初は耳が痛いかもしれないけど、将来の自分を良くすることにもなるし。

自分を変えたらいいな〜。

これでやってみようかな?

1. 相手の言葉を受け止める

まずは相手の言葉が良くも悪くも、すぐ反応するのはやめよう。相手の言葉に「OK」を出そう。これはものすごく難しいと思う。けど、訓練して、ドゥアーして、きっと少しずつできるようになると思う。

2. どんな自分にも「OK」を出そう

私は、完璧主義で真面目で自分に厳しいらしい。失敗したり、弱みやコンプレックスを感じることが強くあって、よく落ち込んでしまう。失敗した時でも落ち込むのに、批判が来ると地雷を踏むかのように落ち込み倍数が2倍になるんだとか。
なので、

失敗した自分はOK!

自分に弱みがあるのはOK!

コンプレックスを感じるのはOK!

どんな自分でもOK!
でも、自分を受け入れるのって意外と難しいんだよね。
なんか他人を受け入れる時ってもうどうしようもないからと思って受け入れやすい。
自分の場合、変えらると思ってまだ変われないとなると落ち込むんだよね。

これも一つの訓練だと思って、もっとメンタルの強い自分になれるように努力してみたいな〜。
そうなるともっと幸せになると思うな〜。

Bismillahirrahmaanirrahiim.



Minggu, 30 April 2023

Workout Asyik Sehat Bahagia

Setelah melahirkan, kok perut tidak kembali ya.. maju alias offside...
Ini tidak bisa dibiarkan.
Mari kita ratakan.

Perjalanan meratakan perut pun dimulai..

Saya benar-benar serius untuk proyek ini di awal tahun 2023. 
Salah satu resolusi di tahun ini adalah walau tidak sixpack, setidaknya perut rata.

Ketika jaman single, saya sebenarnya cukup rutin berolahraga.
Ketika jaman SMA ikutan taekwondo.
Jaman S1 tingkat-tingkat awal ikutan taekwondo lagi.
Tingkat akhir ikut tim futsal himpunan.
Jaman S2 ikutan Karate.
Sebenarnya, saya nyaris sabuk hitam, dua kali ujian lagi sabuk hitam.
Namun.. saya berhenti karena hamil anak pertama..

Setelah hamil dan melahirkan, praktis tidak ada waktu untuk berolahraga.
Saya sibuk mengurus anak, mengurus rumah, sambil kuliah juga..

Hingga ketika jaman covid melanda, saya bertemu dengan workout di rumah.
Wah ini!
Udah praktis bisa dilakukan di rumah, gratis, banyak pilihan lagi jadi gak gampang bosan..
Namun, yang namanya istiqomah itu sulit yah..
Olahraga udah gampang, tapi niat naik dan turun.

Memang harus kuat di tekad..
Jadinya di tahun 2023 ini lah, saya mulai serius untuk workout ini.
Awalnya sih target untuk meratakan perut (kalau bisa sixpack alhamdulillah wkwk), tapi lama-kelamaan.. kok seru yah?
Hingga akhirnya saya pun ketagihan untuk workout..

Gak usah lama-lama. Sehari 10 menit juga udah cukup, yang penting istiqomah.
Bangun, setelah sholat shubuh dan segala macem, langsung bawa HP dan setel video favorit.
Sebelumnya saya sempat bikin playlist video workout yang saya sukai, jadi tinggal pilih sesuai mood di hari itu.

Saya lakukan ini sejujurnya belum istiqomah. Ada saatnya saya sakit sehingga vakum beberapa hari, ada juga kurang management waktu hingga tidak sempat melakukannya.
Namun, ternyata lama-kelamaan membuahkan hasil.
Ketika bangun tidur lingkat perut tidak lagi offside, hanya dengan workout di rumah selama empat bulan (tidak rutin).
Setelah klik dengan keseruan workout, saya tidak lagi terlalu mempedulikan hasil dari target saya. Saya seneng, seger, sehat, udah cukup.
Ternyata hasil akan mengikuti dengan sendirinya :)

Ini rekomendasi saya :

Yang saya suka dari Mbak Marina ini, dia videonya banyak dan seru-seru. Bajunya banyak yang cukup sopan juga. Ini penting biar gak malu kalau harus nyetel depan suami or anak. Tidak memperlihatkan aurat wanita cukup penting menurut saya. Beliau juga punya akun yg bersubtitle english juga, namanya Marina Fitness
Tapi, tetap aja saya rekomendasikan ini buat cewek2 aja yah.


2. Ini buat para bapack kalau mau olahraga
Mas ini seru juga. Olahraganya asik, bajunya sopan juga (soalnya ada juga yg pamer otot jadi geli).
Biasanya kalau mau olahraga bareng anak, saya nyetelnya ini di TV rumah :)

Di akhir kata, yang saya rasakan dari workout selama 4 bulan ini adalah..
- Badan lebih segar
- Stamina lebih oke (konon katanya dengan 15 menit aerobik setiap hari akan meningkatkan stamina)
- Mengurangi stress dan lebih happy 
- Hasil akan mengikuti sendiri (bb berkurang, perut rata, dll) 😁

*tetap diimbangi dengan makan dan tidur yang cukup. *

Oh ya, kalau lagi puasa atau lagi dapet di hari-hari awal, cukup dengan stretching atau yoga.

Demikian, salam olahraga 😎